Simbol Potensiometer

Simbol Potensiometer: Pengertian, Jenis dan Fungsinya

Front-tv.net – Simbol potensiometer adalah sebuah gambar atau notasi grafis yang digunakan untuk merepresentasikan komponen elektronika yang sering digunakan dalam rangkaian listrik.

Potensiometer, atau sering disebut sebagai “potensio,” memiliki peran krusial dalam mengatur resistansi atau nilai tahanan dalam suatu rangkaian.

Dengan bentuk fisiknya yang seringkali mirip dengan knob atau dial, potensiometer memberikan kemampuan untuk mengubah tegangan atau arus dalam suatu sirkuit, memungkinkan kontrol yang presisi.

Sebagai salah satu komponen yang umumnya ditemui dalam berbagai aplikasi elektronika, simbol potensiometer menjadi kunci dalam memahami dan merancang rangkaian listrik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas makna dari simbol potensiometer, fungsinya dalam sirkuit, serta aplikasi praktisnya dalam berbagai bidang teknologi.

Mari kita jelajahi lebih dalam tentang simbol potensiometer dan bagaimana komponen ini menjadi bagian integral dalam dunia elektronika.

Apa Itu Potensiometer? 

Simbol Potensiometer

Potensiometer merupakan salah satu jenis resistor tiga terminal yang berperan dalam mengontrol tegangan, arus, dan resistansi dalam suatu rangkaian listrik.

Sebagai contoh penerapannya, kita dapat melihat penggunaan potensiometer pada tombol pengatur frekuensi radio. Ketika kita memutar tombol tersebut untuk mengubah frekuensi radio, potensiometer akan mengakibatkan perubahan resistansi atau hambatan dalam rangkaian listrik, memungkinkan penyesuaian parameter sesuai kebutuhan.

Perubahan tersebut menyebabkan penangkapan frekuensi pada radio mengalami perubahan. Contoh lain penggunaan potensiometer dapat ditemui pada pengatur volume Walkie Talkie, DCD Player, atau Tape Mobil.

Potensiometer, atau sering disebut POT, termasuk dalam jenis resistor variabel karena cara kerjanya mampu mengatur nilai resistensi secara variatif.

Simbol Potensiometer

Jika merujuk pada Sistem Satuan Internasional (SI), terdapat dua jenis simbol Potensiometer, yaitu simbol Potensiometer berdasarkan standar IEC dan simbol Potensiometer berdasarkan standar ANSI.

Baca Juga:  Transistor NPN dan PNP - Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja

Simbol Potensiometer menurut standar IEC digambarkan sebagai persegi panjang di antara dua garis lurus, sedangkan menurut standar ANSI, simbolnya terdiri dari dua garis lurus dengan garis zigzag di tengah.

Untuk memudahkan pemahaman terhadap bentuk simbol Potensiometer, kedua jenis simbol tersebut akan disertakan di bawah agar lebih jelas.

Simbol Potensiometer IEC

Simbol Potensiometer IEC

Simbol Potensiometer ANSI

Simbol Potensiometer ANSI

 

Bagian-bagian Potensiometer

Potensiometer terdiri dari beberapa bagian yang memiliki peran masing-masing. Berikut adalah penjelasan mengenai bagian-bagian potensiometer:

  1. Terminal: Terminal merupakan tiga konduktor yang berfungsi sebagai penghubung potensiometer ke sambungan luar. Terminal ini dapat disusun secara seri atau paralel sesuai dengan kebutuhan rangkaian.
  2. Wiper: Wiper adalah bagian potensiometer yang dapat digerakkan untuk mengatur arus masuk dari satu terminal ke terminal lainnya. Wiper biasanya terletak di tengah potensiometer dan merupakan kaki ketiga yang membuat potensiometer dapat mengubah resistansi.
  3. Elemen Resistif: Elemen resistif adalah bagian potensiometer yang terletak setelah wiper. Bagian ini memberikan hambatan terhadap arus yang masuk melalui wiper. Hambatan ini dapat dilihat dari simbol potensiometer yang ditandai dengan tanda panah.

Jenis Potensiometer

Potensiometer dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan cara kerjanya dan bentuk fisiknya. Berikut adalah beberapa jenis potensiometer yang umum digunakan:

  1. Potensiometer Linier Manual: Potensiometer linier manual adalah jenis potensiometer yang memiliki resistansi yang dapat diatur secara manual dengan menggerakkan wiper secara linier. Potensiometer ini sering digunakan dalam rangkaian elektronika untuk mengatur volume suara.
  2. Potensiometer Rotary: Potensiometer rotary adalah jenis potensiometer yang memiliki resistansi yang dapat diatur dengan memutar wiper secara melingkar. Potensiometer ini sering digunakan dalam rangkaian elektronika yang memerlukan pengaturan yang lebih presisi, seperti pada peralatan audio profesional.
  3. Potensiometer Slider: Potensiometer slider adalah jenis potensiometer yang memiliki resistansi yang dapat diatur dengan menggeser wiper pada jalur yang terdapat pada potensiometer. Potensiometer ini sering digunakan dalam perangkat elektronik yang memerlukan pengaturan yang mudah dan cepat, seperti pada pengatur suhu atau kecerahan layar.
  4. Potensiometer Digital: Potensiometer digital adalah jenis potensiometer yang menggunakan pengaturan digital untuk mengatur resistansi. Potensiometer ini dapat diatur melalui komputer atau mikrokontroler dan sering digunakan dalam rangkaian elektronika yang memerlukan pengaturan yang akurat dan otomatis.
  5. Rheostat: Rheostat adalah jenis potensiometer yang memiliki dua terminal dan resistansi yang dapat diatur secara manual. Rheostat sering digunakan dalam rangkaian elektronika untuk mengatur besar kecilnya arus listrik.
Baca Juga:  Modif Panel LG ke Polytron - Panduan Lengkap

Fungsi Potensiometer

Setelah mengetahui simbol potensiometer, kami akan membahas mengenai fungsi potensiometer. Potensiometer memiliki berbagai fungsi penting dalam rangkaian elektronika. Beberapa fungsi utama potensiometer antara lain:

  1. Pengatur Volume: Potensiometer sering digunakan sebagai pengatur volume suara dalam perangkat elektronika, seperti pada radio, amplifier, atau televisi. Dengan menggerakkan wiper potensiometer, kita dapat mengatur besar kecilnya volume suara yang dihasilkan.
  2. Pengatur Sinyal: Potensiometer digunakan untuk mengatur sinyal dalam rangkaian elektronika. Dengan mengubah resistansi potensiometer, kita dapat mengatur besar kecilnya sinyal yang ditransmisikan, seperti pada equalizer atau pengatur gain pada amplifier.
  3. Pengatur Tegangan: Potensiometer dapat digunakan untuk mengatur tegangan dalam rangkaian elektronika. Dengan mengubah resistansi potensiometer, kita dapat mengatur besar kecilnya tegangan yang diterima atau dikeluarkan oleh rangkaian, seperti pada pengatur kecerahan lampu atau pengatur tegangan pada regulator.

Cara Kerja Potensiometer

Potensiometer bekerja berdasarkan prinsip perubahan resistansi. Ketika wiper potensiometer digerakkan, resistansi antara terminal yang terhubung dengan wiper akan berubah.

Perubahan resistansi ini akan mempengaruhi aliran arus yang melewati potensiometer dan juga tegangan yang diterima atau dikeluarkan oleh rangkaian.

Baca Juga:  Skema Inverter DC to AC - Terlengkap

Dengan mengatur posisi wiper, kita dapat mengatur besar kecilnya resistansi potensiometer dan mempengaruhi kinerja rangkaian elektronika.

Contoh Aplikasi Potensiometer

Potensiometer memiliki berbagai aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh aplikasi potensiometer antara lain:

  1. Pengatur Volume pada Perangkat Audio: Potensiometer digunakan sebagai pengatur volume pada perangkat audio, seperti pada speaker, amplifier, atau mixer audio.
  2. Pengatur Kecepatan Motor: Potensiometer digunakan sebagai pengatur kecepatan pada motor listrik, seperti pada kipas angin atau mesin penggerak.
  3. Pengatur Kecerahan Lampu: Potensiometer digunakan sebagai pengatur kecerahan lampu, seperti pada lampu meja atau lampu penerangan ruangan.
  4. Pengatur Suhu: Potensiometer digunakan sebagai pengatur suhu pada perangkat elektronik, seperti pada pengatur suhu ruangan atau pengatur suhu pada alat pengukur suhu.

Kesimpulan

Potensiometer adalah komponen elektronika penting yang digunakan untuk mengatur tegangan, arus, dan resistansi dalam rangkaian elektronika.

Dengan simbol potensiometer dapat dengan mudah diidentifikasi dalam skema rangkaian. Melalui pengaturan wiper, potensiometer mampu mengubah resistansi dan mempengaruhi kinerja rangkaian.

Dengan berbagai jenis dan fungsi yang dimilikinya, potensiometer memiliki banyak aplikasi dalam berbagai perangkat elektronika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *